Whatever, my music is what I like to listen
January 1, 2009Hari hariku ga akan pernah klop tanpa mendengarkan music favorite-ku. Classic rock, Instrumental, Alternative, Rock, Rock 'n' Roll dan seterusnya.... semua jenis aku suka kecuali dangdut. Upsssz..
Mungkin kalian pernah mendengar pertanyaan salah seorang teman, "oii... punya mp3 Paramore terbaru ga?". Sering ku jawab, "ga punya dude, belum sempat download, emang bagus?". Lalu dia berkata lagi, "Ah.. ga keren banget, lagu-lagumu udah terlalu tua tuh..., karang uda taon 2009 n punyamu itu taon 2005". I said: "whatever man!!! lagu aku itu lagu yang bener-bener bagus menurut telingaku.. ga peduli kalo uda jadul banget karena ga ngaruh !!!". Padahal ga sombong ya(ini malah sombong), aku tu lebih ngerti musik ketimbang mereka karena aku bisa memainkan beberapa alat musik. Musik yang bagus bisa dinilai dari aransemen, kekuatan lyric, dan emosional effects. Kalo aku bilang lagunya "The Darkness" yang judulnya "Love is only a feeling" itu bagus ya emang karena emosionalnya ngena banget ke aku. Apalagi suara gitarnya itu.... waduhhhh... Rock 'n' Roll banget...
Anyway, I like Paramore too... esp on their song entitled "Crushcrushcrush". You're a ROCKing girl!!!!!!!! Cocok buat mendukung perasaan marah aku pada tingkat medium. Tapi kalo uda high, lagu yang pantes itu apa ya????
Marylin Manson (This is the new s**t), Trivium (Anthem (We are the Fire)), Korn ( Here To Stay), Children Of Bodom (Are You Dead Yet).
Kalo aku 'bobo' itu lagunya kebanyakan instrumental Joe Satriani, Steve Vai, Andy Timmons, Eric Johnson dan Dewa Budjana. Kenapa? Biar ga mikirin lyric atawa kata-katanya. Khan jadi cepet tidur... halllahh!!!! Eits.. walaupun gitar instrumental, lagu mereka dikasi judul kok. And aku bisa menjabarkan kata-kata yang hendak disampaikan lewat suara gitar mereka. Hore lumayan hebat yah akyu!!! SO?






